Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer yang menjaga panas agar tetap berada di dekat permukaan Bumi. Gas-gas ini memerangkap panas matahari dan menyebabkan suhu meningkat.
Perubahan iklim merujuk pada perubahan jangka panjang pada suhu dan kondisi cuaca. Perubahan ini bisa disebabkan oleh faktor alami seperti variasi aktivitas matahari atau letusan gunung berapi besar. Namun sejak akhir abad ke-18, penyebab utama perubahan iklim adalah aktivitas manusia—khususnya pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam.
Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca yang bertindak seperti selimut di sekitar Bumi, memerangkap panas dan meningkatkan suhu.
Gas rumah kaca utama yang menyebabkan perubahan iklim antara lain karbon dioksida dan metana. Emisi ini berasal dari penggunaan bensin untuk kendaraan, pembakaran batu bara untuk pemanasan, pembukaan lahan dan penebangan hutan yang melepaskan karbon dioksida, serta pertanian dan operasi minyak & gas yang menghasilkan metana. Energi, industri, transportasi, bangunan, pertanian, dan penggunaan lahan adalah sektor-sektor utama penyumbang emisi gas rumah kaca.
Ada banyak penyebab krisis iklim, antara lain:
Krisis iklim memiliki banyak dampak negatif, termasuk meningkatnya kerugian jiwa dan harta. Berikut beberapa contohnya:
Kita bisa melawan krisis iklim, tetapi tidak hanya sendirian. Dengan membagikan informasi ini kepada orang lain, kita dapat bersama-sama mencegah krisis iklim. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan:
Jika kita melakukan hal-hal ini, kita bisa membantu mencegah krisis iklim.😃😃
Suhu meningkat sekitar +1.1 °C sejak Revolusi Industri😥
Setiap tahun sekitar 1,2 triliun ton es mencair😥
Tingkat permukaan laut naik sekitar 20 cm (sejak 1880)😥
🌿🌿🌿 normal +0.5°C hingga +1.5°C 🌿🌿🌿
🌍🌍🌍 sedang (agak berisiko) +1.6°C hingga +3.0°C 🌍🌍🌍
🌋🌋🌋 tinggi (sangat berbahaya; dunia bisa menghadapi kerusakan besar) +3.1°C hingga +5.0°C 🌋🌋🌋
Apa itu net zero?
Sederhananya, net zero berarti mengurangi emisi karbon hingga jumlah yang tersisa sangat kecil, lalu mengimbanginya dengan tindakan alami atau teknologi yang dapat menyerap dan menyimpan karbon secara permanen, sehingga secara keseluruhan tidak ada emisi baru yang tersisa di atmosfer.
Mengapa emisi net zero penting?
Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim dan menjaga Bumi layak huni, kenaikan suhu global harus dibatasi agar tidak melebihi 1,5°C di atas tingkat pra-industri. Saat ini Bumi sudah sekitar 1,2°C lebih hangat dibandingkan akhir 1800-an, dan emisi terus meningkat. Seperti tercantum dalam Perjanjian Paris, untuk membatasi pemanasan global agar tidak melampaui 1,5°C, emisi harus dikurangi sekitar 45% pada 2030 dan mencapai net zero pada 2050.
Bagaimana mencapai emisi net zero?
Peralihan ke dunia net zero adalah tantangan besar yang membutuhkan transformasi penuh pada cara kita memproduksi, mengonsumsi, dan bergerak. Sektor energi memegang kunci karena saat ini menyumbang sekitar tiga perempat emisi gas rumah kaca; menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, gas, dan minyak dengan energi terbarukan seperti angin dan surya akan secara signifikan mengurangi emisi karbon.